Rabu, 26 Januari 2011

Apa Cita-Cita kita dimasa Yang Akan Datang???


"Apa sih CITA-CITA kamu??" iya...mungkin memang pertanyaan itu sering kali muncul dalam keseharian kita. Walaupaun cuma kalimat pendek namun dan mungkin terdengar hanya sekedar kalimat BUNGENTUWO 
"Mlebu Tengen Metu Kiwo"(javanese language).

Sebuah pengakuan dari diri saya pribadi (admin), walaupun tulisan itu pendek dan terkesan tidak ada makna yang berarti. Tapi saya akui...kalimat itu bisa memotivasi diri kita untuk terus mewujudkan mimpi yang belum dapat terwujud.

Ada sebuah cerita yang merupakan sebuah pengalaman kisah nyata yang pernah saya (admin) alami sendiri...
Saat yang lumayan serius saat itu, tiba-tiba muncul pertanyaan dari seorang bapak 
“Cita-cita kamu bisa apa?” kata bapak itu sambil senyum sinis.
Maka tanpa sadar saya (admin) dan teman saya pun menjawab 
“Ya bisa komputer pak..tiap hari kan pegang komputer..teknisi komputer dan jaringan kan kebiasaan kita..”

Setelah itu kami mengutarakan hal tersebut, tiba-tiba sang Bapak mengatakan demikian kepada kami 
”Kalau saya sih memang ga bisa komputer, dan saya ga mau tau tengtang itu”
Kita semua pun tertawa dan tanpa melihat status, tingkat jabatan...padahal kami hanya seorang teknisi yang notabenenya hanya sebagai pesuruh yang tiap hari kerjaannya ngoprek komputer dan jaringan...hehehehehe

Tanpa disadari sang bapak itupun bertanya lagi 
”memang cita-cita saya tidak mau bisa komputer”
Kami pun kaget..
”Lho kok gitu pak??”
Sang bapak itu pun berkata lagi
 ”Saya memang ga punya cita-cita bisa komputer, tapi saya punya cita-cita..emmmm...Bisa 'nggaji'(memberi gaji) yang bisa komputer..”
Kami pun masih belum sadar dengan apa yang sebenarnya bapak itu katakan kepada kami, sambil senyum yang agak sedikit pudar kami pun berpikir...”maksudnya apa ya?”

Baru selang beberapa menit kami pun tertawa dan mengetahui apa yang sebenarnya bapak itu katakan kepada kami.
Kami pun langsung menjawab 
”saya juga mau Pak, seperti itu...”

Hahahahahaha

Dari sepenggal kisah nyata di atas, dapat diambil hikmah yang ada pada kisah tersebut.
Mungkin terkadang kita berpikir apa yang telah kita capai saat ini adalah cita-cita kita yang selama ini angan-angankan. Tetapi itu semua belumlah cukup jikalau kita memandang, menatap, berfikir, dan memperhatikan ke atas arah ke arah yang lebih tinggi...maka kita akan merasa rendah, karena manusia itu sudah lumrah jikalau “diberi satu minta dua, diberi tiga minta empat...dst” bukan bermaksud rakus atau cuma pengin mengejar materi semata, namun di kehidupan yang sekarang ini mungkin bisa dikatakan semua perlu biaya. Kata orang tua dulu sih Jer Basuki Mowo Beo.

Jika kita ingin memanen sesuatu, maka kita juga harus menanam dan merawatnya. Itu semua butuh biaya atau Jer Basuki Mowo Beo/Beyo. Biaya jangan disalah artikan sebagi 'uang' tetapi bisa diartikan dengan waktu, tenaga, dan pikiran kita dan lain sebagainya. Walaupun terkadang juga memang uang juga memainkan perannya.

Kita boleh punya mimpi, tetapi dalam mimpi itu jangan sampai kita larut dalam angan semata. Mari gapai cita-cita, mimpi, dan asa itu semua. Dengan tetap berharap dan bersyukur kepada Yang Maha Esa..


D U I T (Do'a Usaha Iman dan Taqwa) dan DO IT (Lakukan)...
Let's Fight,,


mbg-pmc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar